LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

 Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran


Media pendidikan mengandung aspek-aspek sebagai alat dan teknik, yangsangat erat kaitannya dengan metode mengajar.Merujuk dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan dan dilihatpersamaannya, dapat diambil pengertian media, media adalah segala bentuk yangdapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesansehingga dapat merangsang pikiran, perlakuan, perasaan dan minat serta perhatiansiswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi. Seiring denganperubahan jaman dan kemajuan teknologi, fungsi dari media pendidikan bukanhanya sebagai alat bantu pengajaran saja, tetapi fungsinya telah bergeser. Fungsiyang dihasilkan dari pergeseran tersebut ialah bahwa media pendidikan bisa jugadigunakan sebagai sumber pemelajaran.

Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berartitengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian mediadalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atauelektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visualatau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapatdipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian,dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalamlingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

 

 

 

 

 

 

 

Bab I

 

 1

PENDAHULUAN1. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari kata latin yang merupakan bentuk jamak dari katamedium yang berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara ataupengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Banyak pengertian media telahdiungkapkan oleh para ahlim diantaranya R. M Gagne (1970: 195) yang dikutipdan diterjemahkan oleh Ali (1993: 69), menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lilngkungan siswa yang dapat memberikan rangsanganuntuk belajar.Asosiasi Teknologi Komunikasi di Amerika, membatasi bahwa mediasebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan.Asosiasi Pendidikan Nasional (

 National Education Association

 /NEA)memberikan batasan bahwa media merupakan bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapatdimanipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca. Untuk lebih jelas dapat ditinjaupendapat Asosiasi Pendidikan Nasiona yang dikutip oleh Arief Sadiman, tentangmedia sebagai berikut :

“Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan

dari pengirim ke penerima sehingga merangsang fikiran, perasaan, perlakuan,

dan minat siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar mengajar terjadi.”

(Sadiman, 1991: 7).Hamalik (1985: 23) berpendapat bahwa yang dimaksud dengan mediapendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan

 

 2dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perlakuan danminat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi.Selanjutnya menurut Hamalik, media pengajaran mempunyai ciri-ciri sebagaiberikut:1)

 

Media pendidikan identik artinya dengan pengertian keperagaan yang

 berasal dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, di

lihat,didengar, dan dapat diamati melalui panca indera.2)

 

Tekanan utama terletak pada benda-benda atau hal-hal yang dapat dilihatatau didengar.3)

 

Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalampengajaran anatara guru dan siswa.4)

 

Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik didalam kelas di luar kelas.5)

 

Berdasarkan poin 3 dan 4, maka pada dasarnya media pengajaranmerupakan sebuah perantara dan digunakan dalam dunia pendidikan.6)

 

Media pendidikan mengandung aspek-aspek sebagai alat dan teknik, yangsangat erat kaitannya dengan metode mengajar.Merujuk dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan dan dilihatpersamaannya, dapat diambil pengertian media, media adalah segala bentuk yangdapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesansehingga dapat merangsang pikiran, perlakuan, perasaan dan minat serta perhatiansiswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi. Seiring denganperubahan jaman dan kemajuan teknologi, fungsi dari media pendidikan bukanhanya sebagai alat bantu pengajaran saja, tetapi fungsinya telah bergeser. Fungsiyang dihasilkan dari pergeseran tersebut ialah bahwa media pendidikan bisa jugadigunakan sebagai sumber pemelajaran.Manfaat media pemelajaran dalam proses belajar mengajar sangat banyak,Hamalik (1985: 27) mengemukakan sebagai berikut :

PENDAHULUAN

1. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari kata latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara ataupengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Banyak pengertian media telahdiungkapkan oleh para ahlim diantaranya R. M Gagne (1970: 195) yang dikutipdan diterjemahkan oleh Ali (1993: 69), menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lilngkungan siswa yang dapat memberikan rangsanganuntuk belajar.Asosiasi Teknologi Komunikasi di Amerika, membatasi bahwa mediasebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan.Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association  /NEA)memberikan batasan bahwa media merupakan bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapatdimanipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca. Untuk lebih jelas dapat ditinjaupendapat Asosiasi Pendidikan Nasiona yang dikutip oleh Arief Sadiman, tentangmedia sebagai berikut : “Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan

dari pengirim ke penerima sehingga merangsang fikiran, perasaan, perlakuan, dan minat siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar mengajar terjadi.” (Sadiman, 1991: 7).Hamalik (1985: 23) berpendapat bahwa yang dimaksud dengan mediapendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perlakuan danminat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi.Selanjutnya menurut Hamalik, media pengajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Media pendidikan identik artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat,didengar, dan dapat diamati melalui panca indera.

2)      Tekanan utama terletak pada benda-benda atau hal-hal yang dapat dilihatatau didengar.

3)      Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalampengajaran anatara guru dan siswa.

4)      Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik didalam kelas di luar kelas.

5)      Berdasarkan poin 3 dan 4, maka pada dasarnya media pengajaranmerupakan sebuah perantara dan digunakan dalam dunia pendidikan.

6)      Heinich, Molenda,Russel (1996:8) menyatakan bahwa :

“A medium (plural media) is a channel of  communication, example include film, television, diagram, printed materials,computers, and instructors

. (Media adalah saluran komunikasi termasuk film,televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur). AECT (Assosiationof Education and Communication Technology, 1977), memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan atauinformasi. NEA (National Education Assosiation) memberikan batasan mediasebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak, audio visual, serta peralatanya.Dari berbagai batsan di atas dapat dirumuskan bahwa media adalah segalasesuatu yang dapat dipergunakan untuk meyalurkan pesan dan dapat merangsangpikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehinggadapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.Media pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu kata

“ media”dan“pembelajaran”. Kata media secara harfiah berarti perantara atau pengantar;sedangkan kata pembelajaran diartikan sebagai suatu kondisi untuk membantuseseorang melakukan status kegiatan belajar. Media berasal dari bahasa latinmerupakna bentuk jamak dari ” Medium ” yang secara harfiah berarti ”Perantara”atau ” Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerimapesan. Beberapa hali memberikan definisi tentang mediapembelajaran. Schramm ( 1977 ) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah ” Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran ”.  Sementara itu,  Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah ” sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film,video dan sebagainya

.”Sedangkan National Education Association ( 1969 ) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah “ sarana komunikasi dalambentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras .”  Dari ketiga pendapat di atas menggambarkan bahwa media pembelajaran adalah

” segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran,perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanyaproses belajar pada diri pesertadidik. ”

 

Brown

(1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakandalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas

 

 

 

 

 

 

Bab II

Isi
Pembelajaran yang efektif perlu di dukung oleh penggunaan media pembelajaran. Selain berfungsi sebagai alat bantu bagi guru dalam mengajar, media pembelajaran juga dapat menjadi alat bantu bagi siswa agar siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang dipelajari. Untuk menigkatkan hasil belajar, maka media pembelajaran perlu dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswa, termasuk di dalamnya adalah media lingkungan sekitas sebagai media dan sekaligus sumber belajar.

Berdasarkan beberapa pendapat para praktisi pendidikan menjadikan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar para siswa dapat dioptimalkan dalam proses pengajaran untuk memperkaya bahan dan kegiatan belajar siswa di sekolah. Sehingga siswa tidak hanya membayangkan satu obyek di pelajarinya, akan tetapi akan mengetahui wujud asli dari obyek yang dipelajari sehingga dapat lebih mengetahui dan memahami obyek tersebut. Menurut Arsyad (2002) prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar ditempuh melalui beberapa cara antara lain survey, berkemah, karyawisata pendidikan,praktek lapangan,pelayanan pada masyarakat, manusia sumber. Dengan demikian secara umum media pembelajaan yang bersal dari lingkungan dapat berupa
lingkungan sosial, lingkungan alam, dan lingkungan buatan.

Pembelajaran yang menjadikan objek lingkungan sebagai media tentu membutuhkan perencanaan pembelajaran khusus, di mana terdapat beberapa hal yang perlu dipertibangkan termasuk kesesuaian tujuan pembelajaran yang akan di capai dengan lingkungan yang akan di survei atau dijadikan objek media pembelajaran. Disamping hal-hal tekhnis lainnya seperti jarak tempat objek yang akan di tuju, jumlah biaya yang digunakan, dan kemudahan menyiapkan akomodasi dan perlengkapan selama melaksanakan pembelajaran di lingkungan alam.

Misalnya pada pembelajaran yang menggunakan teknik karyawisata, maka terlebih dahulu ditetapkan jenis objek wisata yang akan digunakan. Dan jika memungkinkan, maka objek wisata terseut dapat memiliki beberapa jenis objek yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Misalnya mempelajari tentang species kupu-kupu, maka siswa dapat diarahkan ke Bantimurung objek Wisata terbaik di sulawesi selatan yang memiliki koleksi kupu-kupu terbanyak di dunia. Biasanya pembelajaran yang dapat dilakukan dengan menjadikan alam sebagai objek adalah pembelajaran Sains.

Agar penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar berhasil baik hendaknya dipersiapkan secara saksama melalui tiga tahapan kegiatan yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Dalam setiap tahapan di atas hendaknya dilibatkan guru dan siswa sehingga semua kegiatan belajar dan pemanfaatan lingkungan belajar menjadi tanggung jawab para siswa itu sendiri.

Masih banyak orang beranggapan bahwa media pembelajaran selalu terkait dengan teknologi tinggi, elektronika, digital dan biaya mahal contohnya yang kita kenal sebagai media pembelajaran adalah media cetak, Transparansi, Audio, Slide Suara, Video, Multimedia Interaktif, E-learning. Namun sesungguhnya hal tersebut merupakan pemikiran yang sempit dalam memaknai arti dari sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran terdiri dari berbagai macam jenis, dari media pembelajaran yang sederhana dan murah hingga media pembelajaran yang canggih dan mahal. Dari mulai rakitan pabrik hingga buatan tangan para guru itu sendiri , bahkan ada pula yang telah disediakan oleh alam dilingkungan sekitar kita yang dapat langsung digunakan sebagai media pembelajaran. Atas dasar pemahaman tersebut diatas maka diharapkan tidak ada lagi argumentasi yang muncul dikalangan para guru untuk tidak dapat menggunakan alat peraga oleh karena biayanya mahal. Begitu banyaknya lingkungan disekitar kita yang dapat  digunakan sebagai media alat peraga tanpa perlu biaya mahal. Beberapa benda dilingkungan kita dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, baik yang dimanfaatkan secara langsung ( by utility resources ) , ataupun yang dirancang terlebih dahulu ( by design resources ) dan dapat pula dengan cara rekayasa media.

 

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebgai bulatan yang melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di suatu daerah. Dalam kamus Bahasa Inggris peristilahan lingkungan ini cukup beragam diantaranya ada istilah circle, area, surroundings, sphere, domain, range, dan environment, yang artinya kurang lebih berkaitan dengan keadaan atau segala sesuatu yang ada di sekitar atau sekeliling. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan yang ada di sekitar anak- anak kita merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber belajar lingkungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan anak karena mereka belajar tidak terbatas oleh empat dinding kelas, Selain itu kebenarannya lebih akurat, sebab anak dapat mengalami secara langsung dan dapat mengoptimalkan potensi panca inderanya untuk berkomunikasi dengan lingkungan tersebut. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik bagi anak sebab lingkungan menyediakan sumber belajar yang sangat beragam dan banyak pilihan. Kegemaran belajar sejak usia dini merupakan modal dasar yang sangat diperlukan dalam rangka penyiapan masyarakat belajar (learning societes) dan sumber daya manusia di masa mendatang. Begitu banyaknya nilai dan manfaat yang dapat diraih dari lingkungan sebagai sumber belajar dalam pendidikan, bahkan hampir semua tema kegiatan dapat dipelajari dari lingkungan. Namun demikian diperlukan adanya kreativitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

Jika pada saat belajar di kelas anak diperkenalkan oleh guru mengenai tanaman padi , dengan memanfaatkan lingkungan persawahan , anak akan dapat memperoleh pengalaman yang lebih banyak lagi. Dalam pemanfaatan lingkungan tersebut guru dapat membawa kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam ruangan kelas ke alam terbuka dalam hal ini lingkungan. Namun jika guru menceritakan kisah tersebut di dalam ruangan kelas, nuansa yang terjadi di dalam kelas tidak akan sealamiah seperti halnya jika guru mengajak anak untuk memanfaatkan lingkungan. Artinya belajar tidak hanya terjadi di ruangan kelas namun juga di luar ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber belajar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, budaya, perkembangan emosional serta intelektual. Anak-anak belajar melalui interaksi langsung dengan benda-benda atau ide-ide. Lingkungan menawarkan kepada guru kesempatan untuk menguatkan kembali konsep-konsep seperti warna, angka, bentuk dan ukuran.Memanfaatkan lingkungan pada dasarnya adalah menjelaskan konsep-konsep tertentu secara alami. Konsep warna yang diketahui dan dipahami anak di dalam kelas tentunya akan semakin nyata apabila guru mengarahkan anak-anak untuk melihat konsep warna secara nyata yang ada pada lingkungan sekitar.

 

  1. Keuntungan memanfaatkan media lingkungan

Memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran memiliki banyak keuntungan.   Beberapa keuntungan tersebut  antara lain :

  •  Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan
  • Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak verbalistik.
  • Karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik  dan kebutuhan siswa.  Hal ini juga sesuai dengan konsep pembelajaran kontekstual (contextual learning).
  • Pelajaran lebih aplikatif, materi belajar yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung,  karena siswa   akan sering menemui  benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari.
  •  Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa.  Dengan media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan benda, lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara alamiah.
  • Lebih komunikatif, sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan media yang dikemas (didesain).

Dengan memahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita  dapat tergugah  untuk  memanfaatkan semaksimal mungkin  lingkungan  di sekitar kita   untuk  menunjang kegiatan pembelajaran kita. Lingkungan kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media belajar yang hampir tak terbatas.  Lingkungan dapat kita manfaatkan sebagai sumber belajar  untuk  berbagai mata pelajaran.  Kita tinggal memilihnya berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria  pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik pelajaran yang akan kita ajarkan.

 

III. Prinsip-prinsip Rekayasa  Media Pembelajaran

Media-media yang terdapat di lingkungan sekitar, ada yang berupa benda-benda atau peristiwa yang langsung dapat kita pergunakan sebagai sumber belajar. Selain itu, ada pula benda-benda tertentu yang harus kita buat terlebih dulu sebelum dapat kita pergunakan dalam pembelajaran.  Media yang perlu kita buat itu biasanya berupa alat peraga sederhana dengan  menggunakan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan kita. Jika kita harus membuat media belajar  semacam itu, maka ada beberapa prinsip pembuatan yang perlu kita perhatikan, yaitu :

  • Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi penggunaannya.
  • Dapat membantu memberikan pemahaman terhadap suatu konsep tertentu, terutama konsep yang abstrak.
  • Dapat mendorong kreatifitas siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksperimen dan bereksplorasi  (menemukan sendiri)
  • Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak mengandung unsur yang membahayakan siswa.
  • Usahakan  memenuhi unsur kebenaran substansial dan kemenarikan
  • Media belajar  hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru maupun siswa
  • Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat hendaknya dipilih agar  mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif murah
  • Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan sasaran didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

Masih ada sebagian pendidik  yang beranggapan  bahwa media pembelajaran selalu berkaitan dengan peralatan elektronik atau peralatan canggih yang mahal harganya.   Anggapan seperti itu merupakan pandangan yang terlalu sempit terhadap makna  media pembelajaran.   Sesungguhnya,  media pembelajaran sangat banyak jenis dan jumlahnya.  Mulai dari jenis media yang paling sederhana  dan murah,  hingga jenis media yang   canggih dan mahal.  Ada media  buatan pabrik, ada pula jenis media yang dapat dibuat sendiri oleh guru. Bahkan banyak pula jenis media  yang telah tersedia di lingkungan sekitar kita yang langsung dapat kita gunakan untuk keperluan pembelajaran.  Oleh karena itu,  seharusnya tidak ada lagi guru yang  enggan menggunakan media pembelajaran karena alasan ketiadaan biaya.   Mengapa?  Karena begitu  banyak jenis media  belajar  yang dapat kita peroleh secara mudah dan murah di sekitar kita.  Yang diperlukan adalah kemauan , kejelian dan kreatifitas kita dalam memilih dan mendayagunakan potensi berbagai sumber dan media belajar yang ada di sekeliling kita.

.Manfaat media pemelajaran dalam proses belajar mengajar sangat banyak, adalah  sebagai berikut :

a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas (dalambentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

b. Memperbesar perhatian para siswa, meningkatkan kegairahan belajar,meningkatkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik denganlingkungan dan kenyataan.

c. Meletakkan dasar-dasar penting untuk perkembangan belajar, oleh karenaitu membuat pelajaran lebih mantap.

d. Memberikan pengalaman yang nyata sehingga dapat menumbuhkankegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa menurut kemampuan danminatnya.

e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan terus-menerus, hal itu terutamaterdapat dalam gambar hidup.

f.Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.Merujuk dari manfaat media dalam proses belajar mengajar, maka prosespemelajaran dengan bantuan media ini akan mempermudah proses belajarmengajar di dalam kelas dan akan membantu siswa dalam memahami materi yangdiajarkan oleh guru

Daftar Pustaka

http://www.google.co.id/search?q=lingkungan+sebagai+media+pembelajran&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

http://communitypba12.blogspot.com/2012/04/lingkungan-sebagai-media-pembelajaran.html

http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/05/lingkungan-sebagai-media-pembelajaran/

http://ekohs.wordpress.com/2009/09/01/lingkungan-sebagai-sumber-dan-media-pembelajaran/

http://aristorahadi.wordpress.com/2008/05/17/pemanfaatan-lingkungan-sebagai-sumber-belajar/

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s